Rabu, 26 Desember 2018

Objek Ilmu Komunikasi


Pengaruh Perkembangan Komunikasi Terhadap Perkembangan Objek Kajian Ilmu Komunikasi
Pendahuluan

            Banyak para ahli yang mendefinisikan ilmu komunikasi dan objek kajiannya, karena dalam pembelajarannya sendiri, komunikasi adalah ilmu yang multi disipliner dimana cara komunikasinya diterapkan dalam ilmu-ilmu lain yang membuat manusia dengan secara tidak sengaja mempraktekkan caranya dan memahami teori-teorinya. Namun, dalam pembentukan ilmunya, tidak semua komunikasi mengkaji akan tingkah laku manusia dan tidak semua komunikasi adalah objek kajian dari ilmu komunikasi.
            Ilmu komunikasi mengajarkan kita bagaimana cara untuk menyampaikan pesan dengan benar dan dengan cara apa kita menyampaikan pesan tersebut. Meskipun banyak diantara ilmu-ilmu yang lain yang menggunakan ilmu komunikasi untuk dijadikan cara menyampaikan pesannya adalah bukan kajian objek ilmu komunikas. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kajian objek ilmu komunikasi, saya menulis esai ini melalui jurnal-jurnal yang didasari oleh kasus-kasus komunikasi dengan turut membuktikan bahwa kasus tersebut merupakan kajian objek ilmu komunikasi atau bukan.
            Oleh karenanya, saya mengkaji objek kajian tersebut dengan membandingkan beberapa sumber sehingga pada dasarnya menulis esai ini adalah bagian komunikasi saya kepada para mahasiswa yang belum mengerti betul perbedaan objek ilmu komunikasi dengan objek ilmu lain.

Pembahasan

     Komunikasi sebagai kata yang abstrak, pada dasarnya sulit didefinisikan. Komunikasi memiliki sejumlah arti. Para pakar telah membuat banyak upaya untuk mendefinisikan komunikasi. Namun, menetapkan satu definisi tunggal terbukti tidak mungkin dan tidak berguna utamanya melihat pada berbagai ide yang dibawa dalam istilah itu. definisi mana yang kita pilih, tergantung kegunaannya dalam hal apa definsi itu kita perlukan. Namun keseluruhannya, komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antarmanusia. Sehingga dalam definisi tersebut, komunikasi harus memiliki 3 unsur utama yakni pengirim, pesan dan penerima. Namun, komunikasi tidak hanya terdiri dari 3 unsur tersebut. Ada pula media sebagai penampung pesan dan lain-lain. (Vardiansyah, 2004)
     Sedangkan menurut definisi Weaver, dalam buku Cangara (2007), Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya baik dengan sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.
     Oleh karena itu jika kita berada dalam situasi berkomunikasi, kita memiliki beberapa kesamaan dengan orang lain, seperti kesamaan bahasa atau kesamaan arti dari simbol-simbol yang digunakan dalam berkomunikasi.
      Dalam mengkaji objeknya, Ilmu komunikasi hanya mengkaji penyampaian pesan kepada manusia walau sebenarnya manusia pun bisa berkomunikasi dengan hewan, namun dalam pemikirannya, cara manusia berkomunikasi dengan hewan bukanlah menjadi kajian objek ilmu komunikasi, itu adalah kajian dari ilmu lain. (Vardiansyah, 2004)

Analisis Jurnal Pertama Mengenai Komunikasi antar budaya

      Penelitian ini menitikberatkan pada dominasi kebudayaan China dalam sebuah film dibandingkan dengan kebudayaan Amerika. Film merupakan komunikasi massa audio visual dimana dalam pembuatannya, tidak semudah yang kita bayangkan dan sesingkat saat kita melihat di televisi atau di bioskop. Pembuatan film membutuhkan waktu yang sangat panjang dari masa pra produksi, produksi dan paska produksi. Tidak hanya memakan waktu, pembuatan film juga membutuhkan biaya yang cukup besar dan SDM yang memadai. Dalam pekerjaannya, terdapat satu tim kerja atau team work yang masing-masing mempunyai peran yang saling mengisi. Penelitian ini ingin mengetahui perbedaan cara penyajian nilai-nilai kebudayaan dari segi bahasa, bahasa tubuh, cara berinteraksi, intonasi, budaya tinggi dan budaya rendah Amerika dengan China dalam Film The Karate Kid. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kebudayaan China kuno sangat kental dalam Film The Karate Kid.

Dibandingkan dengan Jurnal kedua, Pengaruh Konten Media Sosial

     “Thenewbikingregetan” merupakan fan page Facebook yang gemar membagikan informasi terkait dengan pelanggaran yang terjadi di masyarakat. Informasi yang dibagikan tersebut dapat berpengaruh terhadap arah opini publik para pengikutnya. Opini publik tidak dapat diukur, tetapi arah opini publiknya dapat diukur, apakah ke arah positif, netral, atau negatif. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh daya tarik konten fan page Facebook “Thenewbikingregetan” terhadap arah opini pengikutnya yang berdomisili di Jakarta. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian eksplanatif-survei.
      Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner (survey) online dan studi kepustakaan, dengan jumlah sampel 100 responden dari total 27.344 responden yang merupakan populasinya. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan Rumus Slovin, dengan teknik non-probability sampling dan jenisnya adalah sampling kuota. Penelitian ini kemudian dikaji dengan dimensi dari daya tarik konten fan page Facebook yaitu faktor personal dan faktor interpersonal, serta dikaji dengan dimensi dari arah opini pengikutnya yang berada di Jakarta yaitu positif, netral atau negatif. Dari penelitian ini diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana Y=3.925+(0,74)X, serta nilai signifikansi sebesar 0,000.
      Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan, serta terdapat keterkaitan dengan hubungan yang kuat, antara daya tarik konten fan page “Thenewbikingregetan” dengan arah opini pengikutnya yang berdomisili di Jakarta. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tarik konten fan page “Thenewbikingregetan” memberikan pengaruh dalam peningkatan arah opini pengikutnya.

Hasil Analisis Kedua Jurnal :

Jurnal Pertama :
Jurnal pertama membahas tentang pengaruh adanya budaya China Kuno dalam film The Karate Kid yang diproduksi oleh Amerika. Dalam penyampaiannya, bukan termasuk objek kajian ilmu komunikasi karena dipengaruhi oleh unsur budaya, namun dalam perincian penciptaan film ini dapat dikaji dalam ilmu komunikasi dikarenakan yang memproduksi adalah orang Amerika yang ingin memberitahu bahwa kebudayaan China Kuno adalah seni bela diri Karate yang sulit hanya untuk dipahami. Gerakan demi gerakan diciptakan adalah bagian dari budaya yang diwariskan sehingga dalam penelitiannya tidak menggunakan ilmu komunikasi melainkan menggunakan kajian objek ilmu komunikasi sejarah. Sehingga, dalam penyampaiannya dalam objek kajian ilmu komunikasi, film ini dipengaruhi oleh konten, pengaruh, media, juga sasaran dalam objek kajian ilmu komunikasinya.
Konten tersebut adalah dimana media itu dibuat dan untuk apa, media ini dibuat untuk menunjukkan budaya China kuno, dengan pengaruhnya yang diterima oleh manusia dan khalayak umum melalui media perfilman juga sasarannya adalah manusia yang berminat untuk menontonnya. Sehingga jurnal pertama murni bukan kajian dari objek ilmu komunikasi.

Jurnal Kedua :
Jurnal kedua datang sebagai pengaruh yang diciptakan dari konten media sosial dapat kita simpulkan bahwa media merupakan konten dari ilmu komunikasi, dimana media yang digunakan adalah facebook. Untuk mempengaruhi opini orang-orang yang melihat konten yang diciptakannya melalui keunikan dan daya tarik tersendiri yang memikat khalayak untuk menonton atau sekedar memberikan pendapat sehingga tujuan komunikasinya jelas. Dapat disimpulkan bahwa jurnal kedua merupakan objek kajian dari ilmu komunikasi.

DAFTAR PUSTAKA
Cangara, Hafied. (2007). Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ke-1. Jakarta: RajaGrafindo
Hanny, F., & Vardiansyah, D. (2018). Analisis Semiotika Komunikasi Antarbudaya Amerika Dengan China Dalam Film The Karate Kid. Koneksi, 1(2), 353-357.
Diakses online: https://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/2004
Rahardja, I. C., & Vardiansyah, D. (2018). Pengaruh Daya Tarik Konten Fan Page Facebook “Thenewbikingregetan” Terhadap Arah Opini Pengikutnya Di Jakarta. Prologia, 1(2), 460-464. Diakses online: https://journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/1962
Vardiansyah, D. (2004). Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ke-1. Bogor: Ghalia Indonesia.