Pengaruh Perkembangan
Komunikasi Terhadap Perkembangan Objek Kajian Ilmu Komunikasi
Pendahuluan
Banyak para ahli
yang mendefinisikan ilmu komunikasi dan objek kajiannya, karena dalam
pembelajarannya sendiri, komunikasi adalah ilmu yang multi disipliner dimana
cara komunikasinya diterapkan dalam ilmu-ilmu lain yang membuat manusia dengan
secara tidak sengaja mempraktekkan caranya dan memahami teori-teorinya. Namun,
dalam pembentukan ilmunya, tidak semua komunikasi mengkaji akan tingkah laku
manusia dan tidak semua komunikasi adalah objek kajian dari ilmu komunikasi.
Ilmu komunikasi
mengajarkan kita bagaimana cara untuk menyampaikan pesan dengan benar dan
dengan cara apa kita menyampaikan pesan tersebut. Meskipun banyak diantara
ilmu-ilmu yang lain yang menggunakan ilmu komunikasi untuk dijadikan cara
menyampaikan pesannya adalah bukan kajian objek ilmu komunikas. Untuk
mengetahui lebih dalam mengenai kajian objek ilmu komunikasi, saya menulis esai
ini melalui jurnal-jurnal yang didasari oleh kasus-kasus komunikasi dengan
turut membuktikan bahwa kasus tersebut merupakan kajian objek ilmu komunikasi
atau bukan.
Oleh karenanya,
saya mengkaji objek kajian tersebut dengan membandingkan beberapa sumber
sehingga pada dasarnya menulis esai ini adalah bagian komunikasi saya kepada
para mahasiswa yang belum mengerti betul perbedaan objek ilmu komunikasi dengan
objek ilmu lain.
Pembahasan
Komunikasi sebagai
kata yang abstrak, pada dasarnya sulit didefinisikan. Komunikasi memiliki
sejumlah arti. Para pakar telah membuat banyak upaya untuk mendefinisikan
komunikasi. Namun, menetapkan satu definisi tunggal terbukti tidak mungkin dan
tidak berguna utamanya melihat pada berbagai ide yang dibawa dalam istilah itu.
definisi mana yang kita pilih, tergantung kegunaannya dalam hal apa definsi itu
kita perlukan. Namun keseluruhannya, komunikasi adalah usaha penyampaian pesan
antarmanusia. Sehingga dalam definisi tersebut, komunikasi harus memiliki 3
unsur utama yakni pengirim, pesan dan penerima. Namun, komunikasi tidak hanya
terdiri dari 3 unsur tersebut. Ada pula media sebagai penampung pesan dan
lain-lain. (Vardiansyah, 2004)
Sedangkan menurut
definisi Weaver, dalam buku Cangara (2007), Komunikasi adalah bentuk interaksi
manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya baik dengan sengaja
atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa
verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi.
Oleh karena itu jika kita berada dalam situasi berkomunikasi, kita memiliki beberapa kesamaan
dengan orang lain, seperti kesamaan bahasa atau kesamaan arti dari
simbol-simbol yang digunakan dalam berkomunikasi.
Dalam mengkaji
objeknya, Ilmu komunikasi hanya mengkaji penyampaian pesan kepada manusia walau
sebenarnya manusia pun bisa berkomunikasi dengan hewan, namun dalam
pemikirannya, cara manusia berkomunikasi dengan hewan bukanlah menjadi kajian
objek ilmu komunikasi, itu adalah kajian dari ilmu lain. (Vardiansyah, 2004)
Analisis Jurnal Pertama Mengenai Komunikasi antar
budaya
Penelitian ini
menitikberatkan pada dominasi kebudayaan China dalam sebuah film dibandingkan
dengan kebudayaan Amerika. Film merupakan komunikasi massa audio visual dimana
dalam pembuatannya, tidak semudah yang kita bayangkan dan sesingkat saat kita
melihat di televisi atau di bioskop. Pembuatan film membutuhkan waktu yang
sangat panjang dari masa pra produksi, produksi dan paska produksi. Tidak hanya
memakan waktu, pembuatan film juga membutuhkan biaya yang cukup besar dan SDM
yang memadai. Dalam pekerjaannya, terdapat satu tim kerja atau team work yang
masing-masing mempunyai peran yang saling mengisi. Penelitian ini ingin
mengetahui perbedaan cara penyajian nilai-nilai kebudayaan dari segi bahasa,
bahasa tubuh, cara berinteraksi, intonasi, budaya tinggi dan budaya rendah
Amerika dengan China dalam Film The Karate Kid. Jenis penelitian yang digunakan
adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kebudayaan
China kuno sangat kental dalam Film The Karate Kid.
Dibandingkan dengan Jurnal kedua, Pengaruh Konten
Media Sosial
“Thenewbikingregetan” merupakan fan
page Facebook yang gemar membagikan informasi terkait dengan pelanggaran yang
terjadi di masyarakat. Informasi yang dibagikan tersebut dapat berpengaruh
terhadap arah opini publik para pengikutnya. Opini publik tidak dapat diukur,
tetapi arah opini publiknya dapat diukur, apakah ke arah positif, netral, atau
negatif. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh daya tarik
konten fan page Facebook “Thenewbikingregetan” terhadap arah opini pengikutnya
yang berdomisili di Jakarta. Penelitian dilakukan melalui pendekatan
kuantitatif, dengan jenis penelitian eksplanatif-survei.
Pengambilan data dilakukan melalui
kuesioner (survey) online dan studi kepustakaan, dengan jumlah sampel 100 responden
dari total 27.344 responden yang merupakan populasinya. Jumlah sampel
ditentukan berdasarkan Rumus Slovin, dengan teknik non-probability sampling dan
jenisnya adalah sampling kuota. Penelitian ini kemudian dikaji dengan dimensi
dari daya tarik konten fan page Facebook yaitu faktor personal dan faktor
interpersonal, serta dikaji dengan dimensi dari arah opini pengikutnya yang
berada di Jakarta yaitu positif, netral atau negatif. Dari penelitian ini
diperoleh hasil persamaan regresi linear sederhana Y=3.925+(0,74)X, serta nilai
signifikansi sebesar 0,000.
Berdasarkan hasil tersebut dapat
dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan, serta terdapat
keterkaitan dengan hubungan yang kuat, antara daya tarik konten fan page
“Thenewbikingregetan” dengan arah opini pengikutnya yang berdomisili di
Jakarta. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tarik konten fan page
“Thenewbikingregetan” memberikan pengaruh dalam peningkatan arah opini
pengikutnya.
Hasil Analisis Kedua Jurnal :
Jurnal Pertama :
Jurnal pertama
membahas tentang pengaruh adanya budaya China Kuno dalam film The Karate Kid
yang diproduksi oleh Amerika. Dalam penyampaiannya, bukan termasuk objek kajian
ilmu komunikasi karena dipengaruhi oleh unsur budaya, namun dalam perincian
penciptaan film ini dapat dikaji dalam ilmu komunikasi dikarenakan yang
memproduksi adalah orang Amerika yang ingin memberitahu bahwa kebudayaan China
Kuno adalah seni bela diri Karate yang sulit hanya untuk dipahami. Gerakan demi
gerakan diciptakan adalah bagian dari budaya yang diwariskan sehingga dalam
penelitiannya tidak menggunakan ilmu komunikasi melainkan menggunakan kajian
objek ilmu komunikasi sejarah. Sehingga, dalam penyampaiannya dalam objek
kajian ilmu komunikasi, film ini dipengaruhi oleh konten, pengaruh, media, juga
sasaran dalam objek kajian ilmu komunikasinya.
Konten tersebut
adalah dimana media itu dibuat dan untuk apa, media ini dibuat untuk
menunjukkan budaya China kuno, dengan pengaruhnya yang diterima oleh manusia
dan khalayak umum melalui media perfilman juga sasarannya adalah manusia yang
berminat untuk menontonnya. Sehingga jurnal pertama murni bukan kajian dari
objek ilmu komunikasi.
Jurnal Kedua :
Jurnal kedua
datang sebagai pengaruh yang diciptakan dari konten media sosial dapat kita simpulkan
bahwa media merupakan konten dari ilmu komunikasi, dimana media yang digunakan
adalah facebook. Untuk mempengaruhi
opini orang-orang yang melihat konten yang diciptakannya melalui keunikan dan
daya tarik tersendiri yang memikat khalayak untuk menonton atau sekedar
memberikan pendapat sehingga tujuan komunikasinya jelas. Dapat disimpulkan
bahwa jurnal kedua merupakan objek kajian dari ilmu komunikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Cangara, Hafied.
(2007). Pengantar Ilmu Komunikasi.
Cetakan Ke-1. Jakarta: RajaGrafindo
Hanny, F., &
Vardiansyah, D. (2018). Analisis
Semiotika Komunikasi Antarbudaya Amerika Dengan China Dalam Film The Karate Kid.
Koneksi, 1(2), 353-357.
Diakses online:
https://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/2004
Rahardja, I. C.,
& Vardiansyah, D. (2018). Pengaruh
Daya Tarik Konten Fan Page Facebook “Thenewbikingregetan” Terhadap Arah Opini
Pengikutnya Di Jakarta. Prologia, 1(2), 460-464. Diakses online:
https://journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/1962
Vardiansyah, D.
(2004). Pengantar Ilmu Komunikasi.
Cetakan Ke-1. Bogor: Ghalia Indonesia.